140 orang ditangkap saat rayakan Hari Valentine

Tradisi perayaan Hari Valentine bagi sebagian kalangan merupakan pengaruh buruh Barat.

Kepolisian agama Arab Saudi menangkap 140 orang karena merayakan Hari Valentine.

Kepolisian agama lewat akun Twitternya mengatakan aparat telah menghukum mereka yang ditangkap dan penangkapan terus dilakukan.

Mereka juga menyita semua bunga mawar merah dari toko-toko karena bunga-bunga tersebut dianggap mendorong orang untuk merayakan Hari Valentine.

Di situsnya, kepolisian agama memuat berbagai dampak buruk perayaan Hari Valentine.

Kaum konservatif di berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia dan Arab Saudi, melarang keras perayaan Hari Valentine karena dianggap sebagai budaya kemunduran Barat dan mendorong seks di luar nikah.

Di Indonesia, misalnya, Majelis Ulama Indonesia di sejumlah daerah melarang perayaan Hari Valentine karena dianggap dapat memicu pergaulan bebas di kalangan anak muda.

Di sebuah sekolah di Tegal, Jawa Tengah, guru melakukan pemeriksaan atas tas milik pelahar untuk mencegah siswa membawa kado Valentine.

Kepada BBC Indonesia, Kepala Sekolah SMP Al Irsyad, Untung Supriyadi, mengatakan pemeriksaan tas pada 14 Februari itu rutin dilakukan selama bertahun-tahun.

(bbc/bbc)